Ae Mendut, kemarilah, mendekatlah
Ae Mendut, mendekatlah ke dadaku

Lihatlah camar-camar beterbangan
Di langit yang merah menuju hitam
Sebentar malam turun cepat merebutmu
Dari senja yang sangat, sangat sebentar

Duh, Wa Kakekku kutakut semua itu
Begitu cepat keindahan itu memudar

Duh, Wa Kakekku betapa semua ini
Begitu rapuh tidak dapatlah kita rengkuh

(Kemarilah berlayarlah bersamaku
Mengalirlah mengalirlah dalam dadaku)

Ambil nafas yang paling dalam
Paling dalam itu lautku

Ambil apa yang paling nyaman
Paling nyaman itu anginku

(Kemarilah, berlayarlah bersamaku
Mengalirlah, mengalirlah dalam dadaku)

Jogja, 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *