Galeri ini tak pernah ke mana-mana
Ia lahir di sini—disusun batu-batu
; entah dari mana
Mungkin dari gunung
Mungkin dari sebuah kampung
di pinggir kali
Ia ada di sini. Dan akan mati
Ia tak akan pernah terbang
Sebagaimana burung-burung

Galeri ini tak pernah ke mana-mana
Ia tak pernah berlibur ke pantai yang jauh
Atau mencari angin dingin di bukit-bukit
Ia tak pernah mendengar gemetar ombak
yang menabrak karang-karang
dan akhirnya
menuntaskan rindunya pada pantai
Ia tak pernah mendengar angin berbisik
Menyusuri lembah yang begitu rahasia
Ia tak pernah menghabiskan waktunya
di gedung pertunjukan
mendengar gamelan yang ditalu
memanggil hujan di musim kemarau
atau ukulele yang menyanyikan perkara sepi
yang tak kunjung selesai di sebuah padang

Galeri ini hanya mengenal suara motormu
yang sesekali melintas di depannya
Ia merekam suara langkah kakimu
yang perlahan mendekatinya
Mungkin pada suatu malam yang sepi
ia pernah mendengar bibirmu beradu
dengan secangkir kopi di lantai bawah

Galeri ini hanya mengenal suaramu
—yang membaca puisi ini diam-diam
Dalam jeda nafasmu, ia seperti bahagia

Jogja, 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *