Gunawan Maryanto bergiat sebagai penulis dan sutradara di Teater Garasi: Laboratorium Penciptaan Teater.  Saat ini menetap di Jogja. Buku-bukunya yang telah terbit: Waktu Batu, Bon Suwung, Galigi dan Perasaan-perasaan yang Menyusun Sendiri Petualangannya (omahsore, 2008). Karya teaternya di antaranya adalah:  Repertoar Hujan (2001-2005), Dicong Bak (2006)

berikut adalah beberapa catatan karyanya:

Kepenulisan
Karya-karya tulisnya berupa prosa dan puisi serta kritik seni pertunjukan terpublikasikan lewat Koran Tempo, Media Indonesia, Kompas, Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Bernas, BlockNotProse, BlockNotPoetry, On/Off, Jurnal Kolong Budaya, Jurnal Puisi, Jurnal Prosa, Jurnal Cerpen, Jurnal Kalam dan LeBur Theater Quarterly. Bukunya yang telah terbit adalah Waktu Batu (sastra lakon, ditulis bersama Andri Nur Latif dan Ugoran Prasad, IndonesiaTera 2004), Bon Suwung (kumpulan cerpen, InsistPress 2005, Longlist Khatulitiwa Award 2005) dan Galigi (kumpulan cerpen, Penerbit Koekoesan 2007, LongList Khatulistiwa Award 2007). Pada tahun 2004 puisinya yang berjudul Kupanggil Kau Batu mendapat nominasi Anugerah Sih Award dari Jurnal Puisi dan tahun 2007 puisi Jineman Uler Kambang mendapat Anugrah Budaya dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk Media Cetak dan Elektronik kategori puisi. Cerpen dan puisi-puisinya juga masuk ke dalam 20 Cerpen Indonesia Terbaik dan 100 Puisi Indonesia Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana 2008 (PT. Gramedia Pustaka Utama). Juga pernah diundang untuk membacakan karyanya di Bienal Sastra Internasional Utan Kayu 2005 dan Ubud Writers and Readers Festival 2006.

Penyutradaraan
Karya penyutradaraannya bersama Teater Garasi adalah: Sri (adaptasi dari Yerma karya F Garcia Lorca, dipentaskan di Jogjakarta dan Surakarta,1999), Repertoar Hujan (karya Gunawan Maryanto, dipentaskan di Jogjakarta, Surakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Tokyo, 2001—2005), Reh (karya Bambang Widoyo Sp, dipentaskan di Jogjakarta, 2002), Dicong Bak (karya kolaborasi dengan Tikar Pandan Aceh dan Teater Embassy Belanda, dipentaskan di Banda Aceh dan Jogjakarta, 2006), Domba-domba Revolusi (karya B. Sularto, dipentaskan di Jogjakarta, 2007), The Zoo Story (karya Edward Albee, dipentaskan di Jogjakarta, 2007), Tuk (karya Bambang Widoyo Sp, dipentaskan di Jakarta dan Jogjakarta, 2007-2008), dan Oidipus di Kolonus (karya Shopocles, dipentaskan di Jogjakarta, 2008)

Bersama Ki Slamet Gundono menggarap Wayang Air Suluk Air (Banyu, Isun Takon: Apa Sira Punya Ibu?) di Jakarta 2003 dan Suluk Air II; Mbok, Sira Lihat Keong Kumambang (Jakarta International Puppetry Festival 2006)

Bersama Sanggar Anom menggarap Kebebasan Abadi (karya CM Nas, 1995), Sayang Ada Orang Lain (karya Utuy Tatang Sontani, 1997)

Bersama Teater EMWE SMAN 6 Yogyakarta menggarap Tanda Silang (karya Eugene Oneil, 1995), Lawan Catur (karya Sir Kenneth William Goodman, 1996), Kisah Cinta Dll (karya Arifin C Noer, 1997), dan Penagih Hutang (karya Anton Checkov, 1999)

Keaktoran
Sebagai aktor pernah bermain dalam pertunjukan: Repertoar Bawang Merah Bawang Putih (karya/Sutradara Rudi Corenz Produksi Teater Anak-anak Rambutan 1991), Raden Pedang (karya/Sutradara Rudi Corenz Produksi Raden Pedang Project 1992), Kebun Ceri (karya Anton Chekov, Sutradara Genthong HSA Produksi Sanggar Anom 1994), Wah (karya Putu Wijaya Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 1995), Sastrajendra (karya/sutradara Gati Andoko Produksi Sanggar Shalahuddin 1995), Menunggu Godot (karya Samuel Beckett Sutradara Genthong HSA Produksi Sanggar Anom 1995), Panji Koming (karya Yudi Ahmad Tajudin dan Dirmawan Hatta Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 1996), Prabu Gajah Bisu (karya/sutradara Genthong HSA Produksi Sanggar Anom 1996), Kapai-kapai (karya Arifin C Noer Sutradara Yudi Ahmad Tajudin dan Zeni Setyo Nugroho Produksi Teater Garasi 1997), Carousel (karya Teater Garasi Sutradara Yudi Ahmad Tajudin 1997), Sahabat Terbaik/Empat Penggal Kisah Cinta (Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 1997), Pagi Bening/Tiga Kisah Cinta (Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 1998), Sri (karya F Garcia Lorca Sutradara Gunawan Maryanto Produksi Teater Garasi 1999), Les Paravents (karya Jean Genet Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 2000), Reh (karya Bambang Widoyo Sp Produksi Teater Garasi 2002), Fireflies (karya Suzui Toshiro Sutradara Retno Ratih Damayanti Produksi Teater Garasi 2005), Waktu Batu #3. Deus ex Machina dan Perasaan-Perasaanku Padamu (karya Gunawan Maryanto, Ugoran Prasad dan Andre Nur Latif Sutradara Yudi Ahmad Tajudin Produksi Teater Garasi 2006), Dicong Bak (Karya/Sutradara Gunawan Maryanto Produksi Tikar Pandan Aceh, Teater Embassy Belanda dan Teater Garasi 2006) dan Oidipus di Kolonus (karya Sophocles Sutradara Gunawan Maryanto Produksi Teater Garasi 2008)

Naskah Lakon
Sri (adaptasi dari Yerma karya F Garcia Lorca, 1999), Repertoar Hujan (2001, 2005), Waktu Batu (bersama Ugoran Prasad dan Andre Nur Latif, 2002—2003), Monolog Sungai (bersama Erythrina Baskoro, 2006), Bunga Lantana (berangkat dari Simfoni Pastoral Andre Gide, 2006), Menak Jingga Lena (2006), Dicong Bak (2006), Erendira dan Angin Petakanya (berangkat dari Erendira karya Gabriel Garcia Marquez, 2007)