Lantana

: vh

Kudengar hujan bergetar dalam mulutmu

Gigilnya memanggil-manggil perahu kertas yang pernah kaulepas

Menawarkan pemandangan di tepi sungai dan bunga-bunga lantana

Lalu anak itu lahir dengan rambut tebal terbuat dari air

Pandai menangis layaknya gerimis di La Grange

Jogjakarta 2002

Angin

Aku selalu lupa: tubuhmu bukan batu

Kau layar yang membuat angin tak pernah kesepian

Kau layar yang melulu percaya pada angin

Aku selalu lupa: ada yang tak pernah berhenti beredar dalam tubuhmu

Sesekali ia membuatmu terkapar. Juga memintaku berhenti sekian kali

Di luar: anak-anak angin yang lahir dari perseteruan kita

Menunggumu membuka pintu

atau berlayarlah dengan seluruh sakitmu

Jogjakarta, 2004

Kelebat

Kita bertukar pakaian dengan tergesa

Tak sempat bercakap tentang ukuran dan warna

Dan mematut-matut diri di depan jalan

Yang segera membelah kita jadi beberapa jurusan

Tahu-tahu malam dan gerai-gerai sudah diturunkan

Kita tak punya apa-apa buat ditawarkan

Selain jadi tontonan menyedihkan di jalan-jalan

Jogjakarta 2004